Showing posts with label Sekedar Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Sekedar Pengalaman. Show all posts

Saturday, February 16, 2013

Dewasa dan Kedewasaan (II)

..from 'Dewasa dan Kedewasaan (I)'

Menginjak bangku kuliah, saya merasa bebas merdeka karena saat menjadi mahasiswa kos-kosan akhirnya datang juga (baca : Indekost). Kenapa begitu? Karena waktu itu indikator dewasa menurut saya adalah mulai hidup mandiri dan mengurus segala keperluan sehari-hari sendiri. Teori ketiga ini mungkin yang rasanya paling mendekati benar ketimbang teori-teori  sebelumnya. Gimana ngga, orang yang sudah bisa hidup jauh dari orang tua tentunya adalah yang cukup dewasa kan. Hal yang paling membedakan adalah kebebasan mutlak yang ngga akan didapatkan bila masih tinggal bersama orang tua :p

Ini lumayan mempengaruhi kepercayaan diri saya sebagai seseorang yang usianya mulai beranjak dewasa. Apapun yang dulu rasanya susah dilakukan saat masih dalam pengawasan orang tua, bisa saya lakukan, misalnya begadang sampe pagi, hehe :D . Sampai kemudian pada saat-saat mendekati tahun terakhir kuliah, teori kedewasaan saya mulai goyah lagi. Oke, memang saya sudah mulai bisa hidup mandiri, tapi ngga sepenuhnya secara materi, alias masih ‘nadah’ sama ortu. Yah, apa-apa masih disokong sama orang tua deh!  I think you’re not adult enough in that condition.

Dewasa dan Kedewasaan (I)

Tulisan ini cocok dibaca untuk usia 17 tahun ke atas, bukan karena mengandung adult content, tapi mungkin kurang menarik aja bagi anak-anak di bawah usia itu.

Ini hanya tentang kesan-kesan hidup saya yang (syukurlah) bisa mencapai usia pertengahan akhir dua puluhan ini. Kalau diingat-ingat, rasanya saya sudah mulai mengerti tentang perbedaan usia sejak saya mulai bisa menghitung. Meski masih kecil, minimal saya udah tau gimana membedakan siapa yang lebih tua dan yang lebih muda. Bukanlah hal yang susah karena waktu itu ukuran tubuh adalah patokan saya dalam membedakan umur. Anak yang badannya lebih besar tentulah lebih tua dari yang lain, begitu pun sebaliknya. Lahir di keluarga sebagai anak ‘bontot’ dengan dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki juga membuat saya lebih mudah peka dengan usia.

Pernah muncul pertanyaan di kepala saya seperti,

‘Gimana ya rasanya kalau udah besar nanti?’ (waktu itu kosakata ‘dewasa’ belum terfikirkan).

Bukannya saya ngga menikmati masa-masa kecil saya sih, tapi mungkin lebih karena bakat ‘kepo’ saya sedari kecil udah keliatan. Err..kesannya kayak anak kecil yang ngga sabar untuk cepat besar ya? Padahal ngga juga sih, saya toh masih berperilaku sesuai umur saya, ngga lebih-ngga kurang.

Saturday, January 19, 2013

2013 : New Year, New Job, New Resolutions

Kayaknya udah telat banget kalo postingan ini diawali dengan tulisan ‘Happy New Year’ :o) (abisnya udah tanggal 20an sih), tapi sebenarnya buat saya tahun 2013 ini masih aja berasa baru dan ‘asing’. Padahal kan perhitungan tahun, bulan, atau hari seharusnya ngga lantas membuat perbedaan apa-apa pada waktu, toh yang membuat perhitungan itu hanyalah manusia sendiri. Setiap hari selalu sama, ada siang ada malam.
Oke, anggap aja saya udah begitu bergantung sama sistem kalender manusia ini, dan boleh kan kalo saya masih ikut mengkotak-kotakkan waktu, kan saya memang hidup di dalamnya.

Wednesday, December 12, 2012

Ekspedisi Mandalawangi - Traveling Video

Desember kali ini agak berasa cepat datangnya. Saya bahkan baru sadar udah masuk penghujung tahun 2012 setelah melihat fenomena orang-orang yang begitu meng'keramat'kan bulan terakhir di tahun ini. Dari mulai isu heboh kiamat 2012, sampai berburu momen penting di tanggal cantik yaitu 12-12-12 (alias 12 Desember 2012). Padahal menurut saya masih cantikan tanggal 20 Desember 2012 (20-12-2012). Setuju ngga..?

Ya udahlah, ngga mau ikut-ikutan euforia hal-hal sentimentil begitu. Saya tadi cuma mau bilang, kenapa Desember rasanya berlalu begitu cepat, karena momen yang mau saya share di postingan ini terjadinya sudah beberapa bulan yang lalu, tepatnya di Maret 2012 (telat banget yah?)
Eh, ngga juga sih, sebenarnya momen ini udah saya tuangkan sebelumnya dalam bentuk tulisan (baca : Ekspedisi Mandalawangi : Peak of Pangrango). Tapi baru di bulan Desember inilah saya kepikiran untuk menambahkan visualisasi 'bergerak' dari momen itu yakni dalam bentuk video.



Sebenarnya sih di postingan tulisan sebelumnya video ini juga udah saya muat, tapi terbagi dalam dua bagian dan hanya tersimpan di blog ini. Nah, kali ini keduanya udah saya gabung jadi satu dan juga bisa diakses langsung dari channel Youtube saya (saling promosi nih ceritanya, hehe..)
Videonya berdurasi lumayan singkat, tapi setelah menambahkan beberapa slideshow foto-foto, jadilah durasinya sekitar 4 menitan (masih singkat juga sih). Yang pasti tampilannya ngga sesederhana sebelumnya dan (mungkin) jadi lebih enak ditonton..  

Thanks for watching...

Thursday, November 22, 2012

Bangka Beach - Traveling Videos

Tulisan tentang perjalanan ke pulau Bangka yang sebelumnya sudah saya publish di postingan
Bangka : An island where you can find some beautiful beaches, rasanya masih kurang lengkap meski sudah banyak foto-foto yang bisa menggambarkan suasana pulau eksotis itu. Jadi kali ini saya tambahkan video-video yang dikompilasi dari beberapa dokumentasi saat mengunjungi pantai-pantai di pulau Bangka.

It's not a new thing, but it's still good to be viewed as a nice memory.. :>

Bangka Beach - Part 1



Saturday, August 11, 2012

Little About Traveling


..Kamu suka traveling?..
 ..Suka dong..
..Kenapa?..
..Ya.. suka aja..  :-?

Eits, jangan buru-buru mengaku punya hobi traveling kalau kamu sendiri ngga bisa jawab pertanyaan barusan. Karena tentunya orang yang punya suatu hobi akan bisa menceritakan kesan yang ia dapat dari hobinya itu. Kalau kamu ngga bisa menceritakan kenapa suka traveling, mungkin itu artinya selama ini kamu hanya sekedar ‘biasa’ bepergian, dan bukannya ‘suka’ traveling.

Jujur aja, gue sendiri mungkin belum termasuk dalam kategori itu karena belum punya banyak pengalaman yang bisa diceritakan tentang traveling. Tapi meski begitu kali ini gue akan mencoba nulis sesuatu tentang traveling dari sudut pandang gue sendiri.

Monday, June 18, 2012

Bangka : Awalnya ngga sengaja

Rencana jalan-jalan ini sebelumnya sudah lama didiskusikan dengan teman-teman. Tapi untuk tujuan perjalanan, awalnya masih sangat random alias ngga jelas. Dimulai dari rencana heboh mau ke negara tetangga, sampai akhirnya ‘mentok’ di dalam negeri aja (karena terkendala bujet dan masalah kelengkapan dokumen). Meski destinasi masih belum pasti, tapi tema yang diputuskan adalah pantai

Kenapa pantai? Karena sebelumnya udah ke gunung, hehe..simpel aja kan.

Belitung adalah pulau pertama yang kami rencanakan untuk dikunjungi. Selain karena pantainya yang katanya memang indah, ikon Belitung sebagai pulau ‘Laskar Pelangi’ masih membuat banyak orang tertarik. Sayang karena reputasinya yang bagus itu pulalah harga tiket pesawat kesana jadi melonjak di musim liburan. Lagi-lagi karena bujet, kami terpaksa mengurungkan rencana jalan-jalan ke Belitung. Maybe next time.

Di tengah 'krisis' destination nowhere yang dialami kami bertiga, terlintaslah Bangka sebagai alternatifnya. Heran juga, kenapa baru kepikiran untuk ke Bangka padahal letaknya bersebelahan langsung dengan Belitung. Yang lebih heran lagi kenapa harga tiket pesawat ke Bangka justru lebih murah daripada ke Belitung? (padahal Bangka adalah ibukota propinsi Babel). 

Ya sudahlah, ngga perlu kebanyakan heran (self talk), yang penting kan liburannya ga jadi batal. Bangka, here we come..!

Penasaran? Baca terus : 
Bangka : An island where you can find some Beautiful Beaches 

Wednesday, June 13, 2012

Jelajah Baduy

Petualangan di kampung Baduy sebenarnya sudah cukup lama gue alami, kira-kira pertengahan tahun 2008 saat sedang penelitian untuk tugas akhir kuliah (hmm..kebayang lah berapa umur gue sekarang). Ya, skripsi gue dulu memang topiknya berkaitan dengan masyarakat Baduy yang ada di Desa Kanekes, Lebak, Banten. Mungkin bukan hal yang baru juga, karena sudah pernah ada yang melakukan ini sebelumnya. Tapi buat gue ini tetaplah suatu pengalaman yang benar-benar pertama dan rada ‘nekat’. Gimana ngga, saat teman-teman satu angkatan rata-rata penelitiannya indoor alias di Lab yang adem dan penuh peralatan canggih, gue malah memilih penelitian outdoor di kampung pedalaman dengan segala keterbatasannya dan berbekal peralatan seadanya.

Well, semua awal mulanya karena dosen pembimbing juga sih. Karena permintaan beliau lah, gue yang saat itu belum begitu hobi traveling bela-belain maen ke kampung Baduy demi beresnya skripsi (kelar di tahun yang sama loh! #bangganya..huehehe..) Dan sekarang dipikir-pikir, kalo bukan karena skripsi mungkin sampai saat ini gue belum tentu akan berpetualang kesana. Jadi termasuk pengalaman yang berharga lah buat gue. Yah, kadang ngangenin juga kalo diinget-inget dan jadi pengen kesana lagi (kalo ada yang ngajakin dan mau bayarin :p)

Thursday, April 19, 2012

Ekspedisi Mandalawangi (Peak of Pangrango) – Pt. 4

Hari itu kami akan melanjutkan perjalanan sampai ke puncak Pangrango hanya dengan membawa muatan seperlunya. Sisa barang-barang dan kemah tetap kami tinggalkan di 'kerikil' agar pendakian selanjutnya terasa lebih ringan. Memang di hari minggu itu kami hanya punya waktu sedikit menuju puncak gunung sebelum akhirnya turun lagi dan pulang ke Jakarta. Sambil mendaki, gue sesekali melihat ke sekeliling, dan gue mendapati beberapa view yang luar biasa yang bisa dilihat dari ketinggian itu.

Tuesday, April 17, 2012

Ekspedisi Mandalawangi (Peak of Pangrango) – Pt. 3

Istirahat di lembah berpacet kemudian kami akhiri setelah merasa cukup mengisi perut dan siap kembali melanjutkan perjalanan. Formasi awal masih seperti semula. Kali ini gue ngga terlalu memforsir tenaga untuk berjalan menyusul Ucok dan Heri. Disamping karena tenaga yang memang sudah banyak terkuras, hari yang semakin sore mulai bikin gue agak mengantuk. Otot-otot kaki pun terasa semakin menjerit dan membuat langkah kaki semakin terseok-seok. Beberapa kali gue putuskan berhenti sejenak untuk beristirahat sambil sesekali memeriksa kaki kalau-kalau ada pacet yang menempel. Benar saja, entah kapan makhluk kecil itu hinggap, di kaki gue sudah ada beberapa ekor pacet yang menempel ketat di kaos kaki. Serangan pacet ini benar-benar di luar perkiraan gue, sampai-sampai waktu itu gue mikir, mestinya lain kali gue pake sepatu bot aja biar lebih terlindungi.

Ekspedisi Mandalawangi (Peak of Pangrango) – Pt. 2

Pagi-pagi saat bangun udara berasa dingin banget. Meski enak ngelanjutin tidur tapi harus tetap maksain bangun biar ngga kesiangan saat mendaki nanti. Gue mencoba jalan ke pinggir hutan untuk mencari sunlight biar lebih hangat. Saat itu gue bisa melihat dari kejauhan puncak gunung Pangrango yang ngga berjauhan dengan gunung Gede. Wow..!! Meski seakan terlihat dekat, tapi kelihatannya perjalanan masih sangat jauh. Setelah cukup sarapan, sekitar pukul delapan pagi kami mulai membongkar flysheet dan packing semua barang-barang kembali untuk kemudian melanjutkan pendakian. 

Puncak Gunung Pangrango dari kejauhan

Ekspedisi Mandalawangi (Peak of Pangrango) – Pt. 1

Sebuah percakapan kecil mengawali cerita perjalanan ini.

"Bay, bosen gue nih, pengen jalan bareng kalian lagi.."
"Lah, baru aja sebulan lewat lu maen kesini.."
"Emang sih..butuh refresh lagi nih gue..eh, bulan Maret ini ada tanggal merah lagi tuh!"
"Masa? Tanggal berapa?"
"Tanggal 23 hari Jumat, apa gue kesono lagi yah?"
"Eh, beneran lu? Oh tapi gue bakal diajakin temen kantor pergi tanggal segitu.."
"Oh, ngga bisa ya? Mau pergi kemana emangnya?"
"Naik gunung, bareng temen-temennya yang lain..eh, apa lu ikut aja ya? Ntar ajakin Agus juga"
"Naik gunung?"
"Iya, naik Gunung Pangrango ke lembah Mandalawangi yang ada di film 'Gie' itu, ntar biar gue ada temennya, soalnya gue cuma kenal Ardi doang.."
"Kayaknya menarik sih, tapi gue belom pernah naik gunung loh.."
"Nah makanya lu temenin gue, itu si Ardi sama temen-temennya udah expert semua, mereka baru pulang dari Rinjani katanya.."
"Emang ngga apa-apa nih lu ajak orang lagi?"
"Ngga apa kok, ntar tinggal gue bilangin ke Ardi"
"Oke deh, ntar gue kabarin lagi, sekalian gue kasih tau Agus juga"

Tuesday, February 28, 2012

Antri Plisss..!!

Mungkin sudah ngga terhitung tulisan yang mengulas tentang budaya antri. Bahkan dulu kelompok musik P-Project (seniornya Project Pop) pernah mengeluarkan lagu berjudul ‘Antrilah di Loket’ untuk menggambarkan gimana suasana orang-orang yang lagi ngantri di loket. Sebenarnya ini bukan budaya baru terutama bagi kita sebagai orang timur yang sangat menjunjung sopan-santun. Pendeknya sih, ngga perlu diajarin lagi kalo ada satu tempat yang diperlukan oleh banyak orang maka aturan yang berlaku adalah bikin antrian, first come first in. Well, itu sih kalo ngga lupa, tapi kalo pun ada yang lupa untuk ngantri, biasanya di tempat-tempat umum yang sering banyak dikunjungi sudah dibikin jalur pembatas agar orang-orang otomatis membuat barisan untuk antrian, misalnya di Bank, Loket PLN, PDAM, pembelian tiket, dan semacamnya.

Tapi kenapa masih banyak yang ngga mau ngantri? Ini mungkin persoalan klasik, seklasik budaya antri itu sendiri. Ego. Ya, tiga huruf itulah yang paling sering bikin orang ngga mau ngantri. Seakan diri sendirilah yang punya kepentingan paling penting daripada orang lain. Apakah tingkat pendidikan juga berpengaruh dalam hal ini? Bisa iya, bisa juga ngga. Kalo orang itu berpendidikan, mestinya dia lebih tau aturan karena sudah biasa memakainya selama di sekolah. Tapi ngga jarang juga gue ketemu orang yang kelihatannya ‘borju’ yang justru ngga mau disuruh ngantri. Padahal asumsinya kan orang kaya masa’ ngga berpendidikan? Jadi ngga selalu tergantung tinggi-rendahnya tingkat pendidikan, tapi semua kembali ke sifat dan ego masing-masing.

Friday, February 10, 2012

Jalan-jalan di Awal Tahun (Yang Nyaris Gagal)

Ini bukanlah jalan-jalan yang khusus direncanakan dengan mengambil cuti beberapa hari. Ini justru rencana dadakan karena ngga bisa ambil cuti (╥﹏╥), yang idenya muncul begitu 'nemu' tanggal merah di kalender 2012. Setelah dilihat-lihat, ada beberapa tanggal merah di tahun ini yang jatuh di hari jumat atau senin, salah satunya di bulan Januari. Tanggal 23 Januari 2012 diliburkan karena bertepatan dengan hari raya Imlek.

Begitu melihat posisinya yang bagus, gue pun kepikiran buat jalan ke tempat teman-teman gue di Jakarta yang sebelumnya udah gue sambut di Palembang (Baca : Welcoming My Best Friends). Gue langsung browsing pesan tiket, dan akhirnya gue memilih hari jumat sore untuk keberangkatan dan pulangnya di senin sore pas tanggal merah itu. Niatnya ini liburan biasa, sekedar main ke tempat Bayu dan Agus. Meski cuma sebentar, tapi lumayanlah ada sabtu dan minggu full day gue bisa jalan bareng teman-teman gue.

Tuesday, January 31, 2012

INDEKOST (III)

Banyak hal-hal positif yang bisa diambil dari pengalaman nge-kos. Tentu kita bisa belajar hidup mandiri, mempersiapkan segala sesuatu sendiri. Di negara barat aja para ortu sudah membolehkan anaknya tinggal sendiri dan hidup mandiri dari usia remaja (eh, ini menurut survey beberapa film yang pernah gue tonton). Dengan nge-kos, kita juga akan terbiasa mengatur pola hidup sehari-hari, kapan waktunya makan, tidur, belajar, beres-beres, jalan-jalan, dll. Buat yang cewek (atau sebagian cowok), mungkin selama nge-kos jadi bisa belajar masak. Meski ngga jago-jago banget, minimal bisa masak untuk dimakan sendiri.

INDEKOST (II)

Meski enak ngontrak rumah, tapi kan ngga selamanya kita bisa bareng terus sama teman-teman. Apalagi yang beda jurusan. Waktu lulus mungkin beda-beda, ada yang cepat ada yang lambat. Jadi pas personil semakin berkurang, udah ngga memungkinkan ngontrak rumah gede lagi (ngga kuat bayarnya..). So, gue juga pernah nge-kos di satu rumah dengan sepuluh kamar. Isinya macam-macam orang, kebanyakan anak kuliahan dari berbagai jurusan dan angkatan, tapi ada juga yang udah kerja. Ngga semuanya gue kenal, tapi gue sarankan kita harus berusaha kenal semuanya. Karena akan berasa aneh dan ‘kagok’ pas misalnya mau nonton tv bareng-bareng  atau ngantri pakai kamar mandi kalo kita ngga saling kenal sama penghuni yang lain. Ngga ada ruginya juga kan nambah banyak teman.

Biaya kos besarnya beragam, tergantung bagus-ngga nya dan fasilitas yang diberikan. Ada yang sudah termasuk listrik dan air, ada yang musti bayar sendiri. Kalo nyewa satu kamar tidur dengan kamar mandi sendiri bisa jauh lebih mahal daripada kalo cuma nyewa satu kamar tidur yang kamar mandinya dipakai sama-sama penghuni yang lain. Kalo kalian termasuk orang yang ribet dengan masalah mandi , mendingan sewa yang ada kamar mandi di dalam. Apalagi kalo tipikal yang ngga sabaran ngantri dan mudah risih dengan ketidak-bersihan. Kita bisa aja selalu jaga kebersihan kamar mandi, tapi ada aja penghuni lain yang cuek dan jorok, jadi ya musti dimaklumi aja.

INDEKOST (I)

Pernah punya pengalaman nge-kos? Atau pernah main ke kos-kosan teman? Gue rasa hampir rata-rata orang Indonesia usia belasan dan dua puluhan pernah punya pengalaman tinggal di kosan, terutama anak kuliahan. Memang istilah kos-kosan paling akrab bagi orang Indonesia untuk menyebut  suatu tempat tinggal sewaan yang bentuknya terdiri dari beberapa kamar, sehingga penghuninya pun ada bermacam-macam orang. Kadang si empunya kos tinggal berdekatan dengan kos-kosannya, atau kadang pula ngga. Bukan cerita baru memang. Meski rata-rata orang yang pernah nge-kos punya pengalaman yang hampir mirip, tapi kalo ngga pernah mengalami sendiri tetap aja ngga akan tau enak-ngga-nya nge-kos.

Itu kenapa saat gue mulai masuk usia kuliah, gue mantap pengen kuliah jauh dari rumah. Bukannya ngga suka tinggal sama ortu, apalagi ngga sayang sama mereka, tapi hanya karena ingin ngerasain juga gimana serunya nge-kos. Apalagi ketiga sodara gue lainnya semua kuliah di Bogor, masa’ gue sendiri kuliah yang deket-deket aja. Ngga adil dong, ngga bebas kan jadinya..(hehe..dasar badung ya?). Tapi sebenarnya saat itu gue juga ngga mau maksain, kalo kondisinya ortu ngga ngasih ijin, gue juga akan nurutin mereka. Toh, mereka juga kan yang akan ngeluarin uang buat biayain gue. Tapi ternyata kemudian gue keterima di salah satu PTN di Bogor, yang nota bene sodara gue juga ada yang lulusan sana, jadi ya tanpa gue paksa pun ortu ngasih ijin anaknya yang paling bontot ini kuliah jauh dari rumah.. ^_^

Saturday, December 3, 2011

Nolongin Bule Nyasar..

Palembang.. Last day in April, 2011, 09:30 pm

Pulang kemaleman, keasikan maen timezone di PIM (hehe, childish bener ya)..di luar gerimis2..eh ketemu dua orang bule yang lagi kebingungan..
Mereka rupanya udah berusaha nanya sama beberapa orang di pinggir jalan, tapi karena ga bisa bahasa Indonesia, mereka nanyanya pake bahasa Inggris..sayangnya yang ditanya juga ga bisa bahasa Inggris, jadilah bule2 itu dapet jawaban bahasa tarzan..hehe..tambah bingung deh mereka..

Merasa kasian karena udah malem..(sama2 kemaleman sihh), gw pun 'speak2' nanya sama bule2 itu..

"What are you looking for, sir?"
"Where is 'ojek'?"
(Gw sempat nyangka salah denger, tapi memang bener..ternyata mereka cuman nyari OJEK, hehe..geli juga dengernya..jadi inget kata2 si Cinta Laura..Mana ujan, becek, ga ada ojek.. :-p )

Sunday, November 13, 2011

Opening Ceremony Sea Games 2011 di Palembang

Perhelatan akbar upacara pembukaan Sea Games ke-26 akhirnya telah dilaksanakan di Palembang pada hari Jumat, 11 Nopember 2011 (11-11-11). Pada posting sebelumnya gue menulis kalau opening ceremony ini akan dimulai tepat pada pukul sebelas malam (berdasarkan info dari berbagai sumber), tapi ternyata pembukaan resminya justru dimulai lebih awal, sekitar pukul tujuh malam. Kenapa gue tau, karena gue akhirnya berhasil ada di lokasinya langsung (Horeee..), yakni di Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring Sport City, Palembang.

Mau cerita sedikit nih tentang gimana gue bisa dapet tiket nonton openingnya, padahal gue sempat posting kalau hanya keajaibanlah yang bisa bikin gue nonton secara langsung. Kalau dibilang keajaiban sih kayaknya agak berlebihan, semua ga terlepas dari usaha keras gue sendiri kok (lagi bijak). Singkat cerita, sampai malam jumat di tanggal sepuluhnya, gue udah di fase pasrah karena belum juga dapet tiket. Gue bahkan berusaha menghibur diri dengan berpikir kalau gue toh udah lihat ‘rehearsal’nya, jadi ga rugi-rugi amat. Tapi semakin gue mengingat ‘rehearsal’nya yang keren banget itu, semakin gue pengen nonton secara langsung, I was dying to be present at that special occasion.

Wednesday, November 9, 2011

Jelang Sea Games 2011


Sea Games ke-26 tinggal sehari lagi! Pesta Olahraga terbesar di Asia Tenggara ini akan dilaksanakan di dua kota di Indonesia, Jakarta dan Palembang. Pembukaannya akan digelar di Palembang (kota gue nih!) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada tanggal 11 Nopember 2011 tepat pukul 11 malam. Pemilihan tanggal Opening ini dikarenakan memiliki kombinasi angka yang unik, 11-11-11 (mungkin udah ada yang pake tanggal ini untuk event-event khusus juga). Selain itu katanya tanggal ini diharapkan bisa jadi tanggal yang membawa keberuntungan seperti halnya Olimpiade Beijing yang dibuka pada tanggal 8 Agustus 2008 (08-08-08) pada pukul 8 malam. Dan memang akhirnya Cina menjadi juara umum untuk pertama kalinya di Pesta Olahraga Sejagat itu. Sebenarnya sih karena kita memakai format waktu 24 jam, mungkin lebih tepatnya Sea Games 2011 ini dibuka pada pukul 11 pagi (11.00), bukan pukul 11 malam (23.00). Tapi mungkin juga karena bertepatan dengan hari Jumat, dan memang untuk kemeriahan pesta kembang apinya, akan lebih seru dan meriah kalau digelar pada malam hari. Ya, kita sama-sama doakan aja semoga Openingnya sukses, dan semoga kali ini Indonesia bisa menaikkan peringkatnya yang pada Sea Games ke-25 Laos di tahun 2009 lalu menduduki peringkat ke-3. Semoga kali ini Indonesia bisa jadi juara umum. Bukan karena tanggal keramatnya, tapi memang karena semangat atlet-atletnya yang tinggi mengukir prestasi untuk negeri ini.

Bicara tentang Openingnya, gue sebagai warga Palembang dari awal sudah sangat antusias pengen nonton secara langsung. Event yang langka, kan. Belum tentu Sea Games bisa diadakan di Palembang lagi. Orang-orang di luar palembang mungkin belum-belum sudah terkendala dengan ongkos perjalanan ke Palembang yang pasti melonjak, nah gue kan udah ada di sini, seenggaknya masalah ongkos perjalanan udah ga masalah lagi. Tapi saat tau info harga tiket untuk nonton openingnya yang 'lumayan' menguras kantong, jadi pikir-pikir lagi. Harga tiket kisarannya 250 ribu hingga 1 juta rupiah! (Oh No!). Terus terang gue takjub denger info tersebut. Apalagi gue sempat berharap tiketnya akan diberikan cuma-cuma (hehe, dasar). Memang sih, ada banyak pertimbangan kenapa harga tiket dipasang pada tarif setinggi itu. Harapannya pembukaan ini dapat berlangsung lebih tertib, dan memang harga yang dipasang sebanding dengan hiburan yang ditawarkan. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...