Tuesday, January 31, 2012

INDEKOST (III)

Banyak hal-hal positif yang bisa diambil dari pengalaman nge-kos. Tentu kita bisa belajar hidup mandiri, mempersiapkan segala sesuatu sendiri. Di negara barat aja para ortu sudah membolehkan anaknya tinggal sendiri dan hidup mandiri dari usia remaja (eh, ini menurut survey beberapa film yang pernah gue tonton). Dengan nge-kos, kita juga akan terbiasa mengatur pola hidup sehari-hari, kapan waktunya makan, tidur, belajar, beres-beres, jalan-jalan, dll. Buat yang cewek (atau sebagian cowok), mungkin selama nge-kos jadi bisa belajar masak. Meski ngga jago-jago banget, minimal bisa masak untuk dimakan sendiri.

Kalo tinggal di rumah sama orang tua kan kita tinggal terima beres, laper tinggal makan, baju tinggal pake, belajar , tidur, sama bangun pagi aja masih diingetin. Enak sih, tapi kapan dong kita mandirinya? Pernah pas gue baru keterima kerja dan mau diklat selama dua minggu, ada salah satu peserta yang belum-belum udah nanya macem-macem. Perlu bawa apa aja? Makannya gimana? Baju dicuciin ngga? Kalo sakit gimana? Dan yang lebih bikin males, Keluarga boleh nengokin ngga? (What the??) Nah, karena mungkin dia ngga terbiasa hidup mandiri, maka hal-hal kecil seperti itulah yang bikin dia kuatir. Padahal kan yang namanya diklat pasti akomodasi disediain. Atau kalaupun ngga, memangnya langit jadi runtuh?

Pengalaman nge-kos juga membuat kita belajar bertanggung jawab. Misalnya dalam hal mengatur keuangan. Bagaimana caranya uang bulanan yang dikasih ortu memang bisa cukup untuk hidup sebulan. Godaan boros itu pasti ada, tapi kalau kita tau konsekuensinya bikin habis biaya hidup, jadi mikir-mikir lagi. Bisa sih minta lagi sama ortu, mereka juga ngga akan biarin anaknya melarat jauh disana, tapi apa ngga kasihan? Yang paling penting bertanggung jawab dalam hal pendidikan. Jangan pernah lupa, kita pergi jauh-jauh bukan sekedar untuk hidup pisah dari orang tua, tapi untuk belajar sampai lulus kuliah. Dan kuliah juga ngga gratis, alias butuh biaya yang ngga sedikit. So, semakin lama kita kelarnya, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan ortu plus biaya hidup kita. Ini harus benar-benar dipertimbangkan, biar kita ngga jadi terlena sampai lupa kalo kuliah itu harus diberesin . Semakin cepat semakin bagus, semakin meringankan beban orang tua kan.

Jadi, bagaimana? Tertarik untuk kuliah di luar kota dan tinggal di kos-kosan? Sekarang pun karena gue kerja di luar kota, gue tetap musti nge-kos. Tapi karena udah punya pengalaman bertahun-tahun, jadi udah biasa dan ngga bingung lagi. So, try it! It’s a unique experience in your life that you can tell to anybody.

Baca juga : INDEKOST (I)

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...