Tuesday, February 21, 2012

Jalan-jalan di Awal Tahun : Vihara Vipassana, Lembang (II)

Welcome to Vipassana Graha
Udara Lembang yang adem dan tujuan awal yang udah di depan mata bikin keselnya ngga dipendam lama-lama. Terlihat di depan kami sebuah gerbang besar dan tulisan yang juga besar di dinding sebelahnya : Vipassana Graha. Fiuh..kali ini ngga salah lagi kayaknya. Meski di majalah ditulis kalo Vihara bisa dikunjungi siapa aja, tapi gue sempat ragu-ragu untuk masuk dan memutuskan untuk nanya-nanya dulu ke pos penjaga. Si penjaganya lalu bilang kalo sebenarnya tempat itu ngga terbuka untuk umum, dan hanya untuk komunitas Buddhist yang mau berdoa. Tapi kalo kami hanya ingin melihat-lihat sekeliling lokasi sih boleh-boleh saja, asalkan ngga mengganggu dan mengotori lingkungannya. Sipp..!

Jalan menanjak ke arah Candi
Area seluas lebih kurang dua hektar ini terletak di Jalan Kolonel Masturi 69 Desa Sukajaya, Lembang, Bandung. Hawa sejuk dan suasana yang tenang serta hening adalah ciri khas dari kompleks Vihara ini. Ngga heran tempat ini dijadikan Pusat Meditasi untuk menentramkan hati dan pikiran (pas buat yang lagi galau, hehe..). Kami yang tujuannya cuma ingin berkeliling-keliling melihat ada lima bangunan yang berarsitektur Thailand, karena katanya kepala Vihara ini memang berasal dari Thailand. Rata-rata bangunan di sana dicat berwarna cerah dan putih, salah satunya bangunan yang paling besar dan tinggi yaitu Candi Maha Panca Bala yang menjadi pusat kegiatan para biksu. Oh iya, meski tadi gue bilang suasananya hening, maksudnya bukan ngga ada suara sama sekali, tapi suara yang terdengar hanyalah lantunan lambat musik dan lagu puji-pujian berbahasa asing (mungkin Thailand). Jadi saat sedang di sana berasa lagi di Negeri Gajah Putih itu (hehe..padahal aslinya gue juga belum pernah ke Thailand).

White Elephant, so Thai sense!
Love is not always for a couple, but for all human beings
Sebuah altar dengan patung Budha keemasan
 Seperti halnya kalo kita mengunjungi Mesjid atau tempat-tempat ibadah yang lain, di sana kita diwajibkan berpakaian yang sopan dan tidak terbuka (Hoho.. jadi pengen nantangin JuPe atau DePe kesini). Jika memang ada pengunjung yang bercelana pendek, tenang aja ngga akan diusir kok, tapi akan dipinjamkan sehelai sarung dan harus memakainya selama berada di dalam area vihara. Sesuatu yang menarik lagi dari tempat ini adalah adanya tulisan-tulisan yang berisi anjuran atau nasehat untuk berbuat kebaikan yang tersebar dari dekat pintu masuk sampai ke bagian dalam. Kalo Bayu lebih tertarik membaca-baca semua tulisan itu, gue dan Agus memilih untuk cari spot-spot yang bagus untuk jeprat-jepret, hehe..untungnya ngga ada larangan ambil foto.
Salah satu tulisan berisi nasehat-nasehat kebaikan
Perspektifnya bagus kan
Hmm..kayaknya gue sering pake gaya begini ya?
Ssst..ada yang lagi meditasi, jangan diganggu, difoto aja, hehe..
Ada tempat jual souvenir juga loh!













'Anda Datang Kami Senang,
Anda Pulang Kami Kenang'
Di Vipassana Graha disediakan pula penginapan sebanyak sepuluh kamar untuk para pengunjung yang memang ingin menginap dengan cukup membayar 50.000 rupiah semalam. Selama menginap para tamu disediakan makan dua kali sehari dengan menu utama sayuran, that’s it! (Be ready to be a temporarily Vegetarian!). Sehari-harinya para tamu juga dapat mengikuti kegiatan para biksu yang banyak diisi dengan berdoa, berdiskusi, konsultasi dan meditasi. Kami yang saat itu sudah cukup puas melihat-lihat sekeliling area vihara, memilih untuk pulang saat hari menjelang sore dan terus melanjutkan jalan-jalan di Bandung.

Baca juga Bagian I nya
Dan ini video singkat 'Vipassana Graha' yang dilaporkan oleh 'reporter dadakan' Agus langsung dari lokasi..cekidot..

video

9 komentar:

All About Harmony in My Live said...

bagooos...keren!,so kapan edisi lanjutannya??

Budi Septiawan said...

Thankss.. ini kan perjalanan kita sama-sama..next edition is under preparation..coming soon..

Bay[u]bay said...

yupp.. sembari memikirkan next destination ya..

Budi Septiawan said...

next destinations list-nya udah panjang banget nii.. ^^,

fahrun nis said...

pengen kesitu kak, tp aku pake jilbab.. jd ngerasa ga enak. boleh ga yah?

fahrun nis said...

pengen kesitu kak, tp aku pake jilbab.. jd ngerasa ga enak. boleh ga yah?

Unknown said...

Vihara welcome terhadap semua, termsk yg pake jilbab. Tidak usah merasa tdk enak asal santun dan keep silent.

husin saja said...

Vihara welcome terhadap semua, termsk yg pake jilbab. Tidak usah merasa tdk enak asal santun dan keep silent.

Anonymous said...

untuk non buddhis bisa menginap disana gak? bagaimana caranya??

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...