Friday, December 23, 2011

Welcoming My Best Friends (Pulau Kemaro - Part Two)

Di depan sebuah kuil Cina
Foto pembuka di atas diambil dengan latar belakang sebuah kuil cina kecil yang ada di Pulau Kemaro. Katanya (kata siapa yah?) saat perayaan Cap Go Meh atau Imlek, kuil ini biasanya rame banget dipenuhi masyarakat Tionghoa Palembang yang berdo’a. Memang kalau mau merasakan atmosfer yang sangat kental dengan budaya cina, berkunjung ke Pulau Kemaro lebih bagus pada saat perayaan hari-hari besar Tionghoa. Suasana pulau akan lebih ramai dan semarak, ga seperti saat kami kesana. Pulau terlihat agak sepi, hanya ada beberapa kelompok pengunjung seperti kami. Enaknya sih kami jadi bisa leluasa foto-foto di beberapa bagian di pulau.
Bayu dan 'bodyguard' nya
Di depan sebuah Pagoda yang menjulang tinggi
Gerbang dan tangga menuju Pagoda

It's an Art! Background nya itu loh!

Yang menarik dari sebuah pagoda di pulau Kemaro selain ukurannya yang lumayan besar dan menjulang (ada sembilan tingkat) yaitu adanya detail-detail relief lukisan suasana negeri cina di beberapa bagian pagoda. Meski gue ga begitu memahami budaya cina, tapi gue bener-bener mengagumi seni arsiktektur khas negeri tirai bambu itu. Sayangnya saat itu pagoda ga dibuka untuk umum sehingga kami ga bisa masuk lebih dalam untuk melihat-lihat. Mungkin untuk menjaga kebersihan dan pemeliharaan bangunan, pagoda hanya dibuka pada saat-saat tertentu, misalnya pada perayaan keagamaan.

Jadi merasa begitu kecil di sebelah sang biksu

Di sana juga tersedia beberapa warung kecil yang menjual makanan-makanan ringan dan minuman. Tapi ga ada yang jualan nasi atau makanan berat lainnya. Jadi sekedar saran, kalau mau datang di saat siang hari, sebelum kesana lebih baik makan siang dulu, atau bawa bekal makanan sendiri. Kalo ga, dijamin deh ga begitu enak keliling-keliling pulau dengan perut kosong. Makanya beberapa pengunjung di sana malah menggelar piknik di sekitar lapangan rumput di areal pagoda. Pulau yang sunyi tanpa bisingnya suara kendaraan bikin suasananya makin santai. Setelah cukup puas keliling-keliling dan foto-foto dengan segala yang dianggap menarik di pulau, kami memilih duduk-duduk sejenak di bawah pepohonan rindang yang ada di situ, lumayan buat ngadem, karena sesekali ada hembusan angin laut sungai yang bikin sejuk, sebelum kemudian pulang lagi naik speed boat. Alhamdulilah Si empunya speed boat masih setia menunggu di dermaga. Kalo ga, gue ga kebayang aja ga bisa pulang. Meski mungkin bisa jadi lebih 'seru' tapi petualangan di malam hari di Pulau Kemaro ga termasuk dalam agenda kami saat ini. Maybe next time, kalo kami butuh petualangan yang agak scary n' spooky, hehe.

Istirahat dulu setelah sesi pemotretan yang melelahkan dan puanasss
 Lihat juga : Welcoming My Best Friends (Pulau Kemaro - Part One)

2 komentar:

Bay[u]bay said...

pas naik perahu nya itu loh...wuiih. Kaya naik mobil bannya kotak ya bud hahahaha

Budi Septiawan said...

hehe..heboh teriak-teriak kayak naik wahana, untung seperahu cuma bertiga plus si driver

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...