Monday, March 12, 2012

It's About A Black Flat Thing

Ini benar-benar hanyalah sebuah tulisan iseng. Well, mungkin karena di bulan ini ide gue untuk nulis lagi agak sedikit (kayak biasanya banyak aja, Bud..), jadi seperti inilah tulisan yang akhirnya bisa dihasilkan di Maret ini. Ada sih beberapa ide yang sudah gue catat di handphone. Tapi entah kenapa belum ada mood khusus untuk mengembangkan semua ide itu untuk menjadi sebuah tulisan. Dan tiba-tiba terlintaslah sebuah ide dari sebuah benda yang selama ini justru sudah membantu gue menuangkan tulisan-tulisan sebelumnya. Laptop.

Foto laptopnya saat lagi dipake nulis postingan ini
Mungkin tulisan ini bikin orang naikin alis sambil mikir 'laptop aja kok dibikin tulisan sih..’Yup! Sebuah benda elektronik tipis berwarna hitam yang hampir tiap hari akrab menemani gue ini (selain hape) seringkali ngga terlalu gue anggap sebagai sesuatu yang spesial. Tapi kali ini benda itu berhasil membuat gue berpikir kalau sebuah laptop bisa menyimpan banyak cerita yang mungkin hanya pemiliknyalah yang tau. Penting ngga penting sih, tapi kadang gue mikir, seberapa sering kita memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita yang kadang diabaikan padahal justru sering berinteraksi dengan kita. Itulah yang mendasari gue bikin tulisan iseng ini.


Umurnya belum terlalu tua, tapi ngga bisa juga dibilang baru karena gue belinya di awal tahun 2010 (agak ketinggalan punya laptop karena lama betah dengan desktop). Dalam dua tahun terakhir ini, laptop gue sudah sangat setia menemani dan belum pernah ‘mogok’ sama sekali. Laptop yang gue punya ini bukanlah sebuah benda berteknologi mutakhir jika dibandingkan dengan benda-benda sejenisnya. Saat laptop-laptop masa kini sudah mengusung Sistem Operasi canggih dengan segala keindahan tampilan User Interface-nya, laptop gue sudah cukup puas dengan OS Windows XP SP 2 yang tampilannya gue modifikasi sedikit sehingga ngga terlalu standard dan ‘jadul’.

Pertama kali ada niat beli laptop awalnya untuk membantu kerjaan kantor agar bisa dibawa pulang. Padahal waktu itu gue tau betul kalau niat sebenarnya pengen punya laptop hanya karena pengen leluasa nonton dvd, dengar mp3 atau main game di manapun gue berada. Iyalah, kalo ngga terpaksa banget, gue agak males sampe harus bawa pulang kerjaan kantor. Jadi sebenarnya laptop gue ini sudah beralih fungsi dari tujuan awalnya ia dibeli. Dari semua fungsi yang ia bisa, mungkin fungsi entertainment-lah yang paling sering gue pake ketimbang fungsi office-nya. Berbagai software yang gue tambahkan di laptop ini rata-rata yang tujuannya buat hobi dan fun. Dari software audio-video converter, photo editor, berbagai pc-game yang ukuran file-nya lumayan gede sampai kumpulan kopi vcd-dvd film mendominasi space hard disk di laptop gue yang hanya sebesar 320 GB. Kalo udah dipake main game, atau utak-atik Photoshop, bisa betah sampe berjam-jam.

Porsi kerja laptop gue semakin berat setelah gue punya modem. Gue mungkin punya kecenderungan mengkoleksi sesuatu, jadi kalo internetan sukanya dipake download apapun itu, bisa video Youtube, film, mp3 atau software yang semuanya gratisan (siapa yang bisa menolak gratisan??). Karena biasanya ukuran file yang di-download besar-besar, jadi seringkali laptop dibiarkan menyala berjam-jam selagi mendownload sesuatu. Ilustrasinya begini, jelang malam mulai internetan, ketemu file bagus di-download, kelamaan nunggu ketiduran, besok pagi file beres di-download baru laptop boleh istirahat (fiuhhh..capek juga jadi laptop).

Perlakuan careless ini (mohon jangan ditiru) berlangsung berhari-hari selama dua tahun terakhir, maka ngga heran kalau laptop gue mengalami penurunan kinerja, terutama pada ketahanan baterainya. Yang tadinya laptop gue bisa nyala tanpa dicolokin ke stop kontak, eh sekarang malah sangat ketergantungan sama kabel listrik. Jadinya malah kayak desktop, tapi dengan bentuk yang lebih tipis & portable.

Meski bukan yang terlalu ngerti IT, gue termasuk yang ngga asal-asalan menata isi laptop. Gue berusaha ngga berantakan dalam menyimpan file di laptop. File-file yang gue simpan diatur berdasarkan jenis dan kategorinya. Untuk file mp3 dikelompokkan berdasarkan penyanyinya, file film berdasarkan genre & judul secara alfabetis, file gambar/foto sesuai momen dan jenis objeknya, bahkan file-file ‘rahasia’ pun punya tempat tersendiri yang juga ‘rahasia’ (Ups..!! (“,)..). Antivirus di laptop gue usahakan selalu update mengingat begitu seringnya terkoneksi ke internet. Terlepas dari daya tahan baterainya yang ngga bisa diandalkan, laptop gue termasuk yang ‘bandel’ karena ngga pernah error baik yang ringan maupun yang berat (jangan sampe deh).

Sebagian besar tulisan di blog gue diketik dan diposting pake laptop ini. Begitu pula foto-foto yang gue upload juga di-retouch dengan laptop ini. Jadi meski pada awalnya gue beli hanya untuk nemenin di kala suntuk, bohong banget kalo gue bilang ngga terbantu dengan laptop ini.

Kalo ada yang nanya gue apakah kepikiran buat ganti laptop dengan yang lebih canggih, tentu gue akan jawab iya. Karena semakin pesatnya kemajuan teknologi yang bikin bentuk komputer semakin simpel sampai cuma kayak tablet tipis, tentu saja juga bikin gue ngiler. Tapi entah karena bujetnya yang emang belum ada (ada yang mau jadi donatur??) atau karena gue orangnya ngga se-freak itu sama gadget, niat mengganti laptop sampai saat ini belum jadi-jadi.

Gue bukan orang yang ber-(isi) dompet tebal, jadi gue terbiasa membeli barang benar-benar karena fungsinya. Gue juga jarang mengganti barang dengan yang baru kalo yang lama bener-bener belum rusak. Untuk komputer/handphone, pakai keyboard atau layar sentuh ngga ada bedanya buat gue karena toh fungsinya masih sama. Malah gue cenderung lebih suka keyboard pada laptop karena ngetiknya lebih berasa. Mungkin kedengarannya aneh atau konyol, tapi gue bisa merasakan sensasi yang beda saat kita menekan tiap tuts pada keyboard untuk menghasilkan sebuah tulisan. Lebih ada tantangannya gitu.

Baru sekarang gue sadar begitu sayangnya gue sama laptop ini. Meski begitu gue berusaha realistis, barang apapun kalo dipake pasti akan rusak juga, apalagi barang elektronik. Akan ada saatnya gue harus mengganti laptop lama ini dengan yang baru. Sebelum saat itu datang, at least gue udah nulis sesuatu tentang laptop ini, yang udah gue anggap sebagai bagian dari cerita gue. Well, maybe it's only about a Laptop, but it's still a part of my story in my life.

2 komentar:

Bay[u]bay said...

emang paling bisa membuat sesuatu dsekitar menarik untuk diulas dan dibaca :) lanjutkan!!

Budi Septiawan said...

Hehe..kehabisan inspirasi buat nulis padahal Maret udah mau habis..tapi memang kadang muncul 'sesuatu' saat kepepet'..

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...