Tuesday, February 28, 2012

Quotes from Mark Twain

Mark Twain adalah nama pena dari Samuel Langhorne Clemens, seorang novelis, penulis, dan pengajar berkebangsaan Amerika Serikat. Novel-novelnya yang terkenal adalah 'The Adventures of Tom Sawyer', dan 'The Adventures of Huckleberry Finn'. Sebuah quote dari Mark Twain yang sangat inspiratif buat gue :
"Twenty years from now
you will be more disappointed
by the things that you didn't do
than 
by the ones you did do.

So throw off the bowlines.
Sail away from the safe harbor.
Catch the trade winds in your sails.
Explore. Dream. Discover."

MARK TWAIN
Quote ini menyatakan tentang sesuatu yang akan kita sesali karena tidak pernah kita lakukan sebelumnya, padahal kita sangat ingin melakukannya sejak dulu. Tentu yang dimaksudkan adalah suatu hal yang baik tapi untuk melakukannya kadang kita harus keluar dari zona nyaman yang ada sehingga seringkali muncul keragu-raguan pada diri kita. Intinya adalah lakukan hal yang sangat ingin kita lakukan, karena kita tidak pernah tahu kapan kita bisa melakukan hal itu jika kita selalu ragu dan menunda-nunda untuk melakukannya.

Also from Mark Twain :
" Kebaikan adalah hal yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat oleh orang buta. "

Antri Plisss..!!

Mungkin sudah ngga terhitung tulisan yang mengulas tentang budaya antri. Bahkan dulu kelompok musik P-Project (seniornya Project Pop) pernah mengeluarkan lagu berjudul ‘Antrilah di Loket’ untuk menggambarkan gimana suasana orang-orang yang lagi ngantri di loket. Sebenarnya ini bukan budaya baru terutama bagi kita sebagai orang timur yang sangat menjunjung sopan-santun. Pendeknya sih, ngga perlu diajarin lagi kalo ada satu tempat yang diperlukan oleh banyak orang maka aturan yang berlaku adalah bikin antrian, first come first in. Well, itu sih kalo ngga lupa, tapi kalo pun ada yang lupa untuk ngantri, biasanya di tempat-tempat umum yang sering banyak dikunjungi sudah dibikin jalur pembatas agar orang-orang otomatis membuat barisan untuk antrian, misalnya di Bank, Loket PLN, PDAM, pembelian tiket, dan semacamnya.

Tapi kenapa masih banyak yang ngga mau ngantri? Ini mungkin persoalan klasik, seklasik budaya antri itu sendiri. Ego. Ya, tiga huruf itulah yang paling sering bikin orang ngga mau ngantri. Seakan diri sendirilah yang punya kepentingan paling penting daripada orang lain. Apakah tingkat pendidikan juga berpengaruh dalam hal ini? Bisa iya, bisa juga ngga. Kalo orang itu berpendidikan, mestinya dia lebih tau aturan karena sudah biasa memakainya selama di sekolah. Tapi ngga jarang juga gue ketemu orang yang kelihatannya ‘borju’ yang justru ngga mau disuruh ngantri. Padahal asumsinya kan orang kaya masa’ ngga berpendidikan? Jadi ngga selalu tergantung tinggi-rendahnya tingkat pendidikan, tapi semua kembali ke sifat dan ego masing-masing.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...